MENGENAL PIKIRAN TUHAN

Matius 16:23 Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

Suatu ketika Yesus menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa dia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan di bangkitkan pada hari yang ketiga. Ketika mendengar itu, Petrus menarik Yesus dan berkata: “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.” Apa yang dikatakan Petrus membuat Yesus balik menegur dan berkata: “ Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” Dari kisah ini kita melihat perbedaan pola pikir yang kontras. Pikiran Tuhan tidak sama dengan pikiran Petrus (Manusia). Manusia berpikir bagaimana supaya hidupnya senantiasa mengalami hal-hal yang baik dalam kehidupan di dunia ini, hidup enak tidak perlu mengalami kesusahan. Artinya fokusnya hanya pada diri sendiri.Sementara itu Tuhan berpikir bagaimana supaya manusia itu mengalami kebaikan yang kekal, yaitu keselamatan. Jadi fokus Tuhan bukan pada diri sendiri tetapi kepada keselamatan seluruh umat manusia.

Apa jadinya jika Tuhan Yesus mengikuti pola pikir Petrus dan tidak jadi pergi ke Yerusalem? Maka yang terjadi adalah rencana Allah untuk keselamatan manusia tidak di genapi. Manusia akan mengalami kebinasaan kekal, hidup dalam kutuk dosa. Perbedaan pola pikir ini sudah pernah di tuliskan oleh nabi Yesaya, itu dapat kita lihat pada ayat dibawah:
Yesaya 55:8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.
Paulus adalah orang yang mengenal pikiran dan kehendak Allah. Dia mengenal betul jalan pikiran Tuhan. Ketika Paulus berada di Kaisarea dirumah Filipus, seorang nabi bernubuat bahwa Paulus akan di tangkap di Yerusalem dan di penjarakan.Itu dapat kita lihat pada ayat dibawah:

Kisah Para Rasul 21:11 Ia datang pada kami, lalu mengambil ikat pinggang Paulus.
Sambil mengikat kaki dan tangannya sendiri ia berkata: “Demikianlah kata Roh Kudus:
Beginilah orang yang empunya ikat pinggang ini akan diikat oleh orang-orang Yahudi di
Yerusalem dan diserahkan ke dalam tangan bangsa-bangsa lain.”
Mendengar nubuatan itu, sahabat-sahabat dan murid-muridnya mencegah dia untuk pergi ke
Yerusalem. Namun apa yang di katakan Paulus? Kita lihat pada ayat dibawah:

Kisah Para Rasul 21:13 Tetapi Paulus menjawab: “Mengapa kamu menangis dan dengan
jalan demikian mau menghancurkan hatiku? Sebab aku ini rela bukan saja untuk diikat,
tetapi juga untuk mati di Yerusalem oleh karena nama Tuhan Yesus.”
Kalau kita baca pada ayat selanjutnya, kita akan menemukan Paulus tetap berangkat ke
Yerusalem dan di tangkap di sana. Mengapa Paulus bersikeras pergi ke Yerusalem untuk di
tangkap? Itu karena dia mengenal pikiran Tuhan. Dia tahu bahwa Tuhan akan memakainya
untuk membawa berita keselamatan kepada bangsa-bangsa. Jalan untuk membawa berita
keselamatan itu adalah melalui sengsara dalam penjara. Benar! Setelah Paulus di tangkap, dia
di bawa kepada Roma dimana selama di perjalanan dan di kota Roma, Paulus memberitakan
berita keselamatan dari Tuhan.
Hal yang sama juga di alami oleh Yusuf. Tuhan merencanakan dan memakai Yusuf untuk
menyelamatkan kaum keluarganya untuk suatu bencana kelaparan yang akan terjadi beberapa
tahun mendatang. Untuk itu Yusuf harus banyak mengalami penderitaan dan kesengsaraan
dalam hidupnya. Namun kalau kita baca kisahnya, kita tidak akan melihat satu katapun
sungut-sungut keluar dari mulut Yusuf. Mengapa? Itu karena Yusuf mengenal jalan pikiran
Tuhan, bahwa Tuhan punya rencana yang indah dalam hidupnya. Dia tahu bahwa Tuhan akan
memakainya untuk menyelamatkan kaum keluarga dan bangsanya karena sebelumnya Tuhan
sudah menyatakannya melalui mimpi.
Saudaraku, ada seorang teman yang banyak mengalami cobaan silih berganti dalam hidupnya.
Di keluarganya, dia adalah anak paling kecil namun mengambil tanggung jawab anak paling
besar. Saat ini dia mengalami sakit penyakit yang tidak jelas apa penyakitnya. Dokter belum
bisa memastikan jenis penyakit yang di deritanya. Terakhir cobaan yang datang setelah sakit
penyakit itu adalah bahwa ia kehilangan pekerjaan karena pada awal Januari ini perusahaan
tempat dia bekerja ditutup. Awalnya sahabat ini putus asa dan merasa di tinggal oleh Tuhan.
Namun setelah banyak berdikusi dan berbicara dengan hamba Tuhan dan anak-anak Tuhan
akhirnya sahabat ini kembali dikuatkan. Apa sebenarnya yang terjadi, mengapa Tuhan ijinkan
sahabat ini mengalami penderitaan? Setelah melihat perkembangan terakhir, kami pribadi
sangat yakin bahwa Tuhan punya rencana yang indah buat sahabat ini melalui penderitaannya,
yaitu:
1. Tuhan memulihkan hubungannya dengan kakaknya yang tertua. Sebelumnya sahabat ini
sangat kecewa dengan kakaknya yang berada di luar kota.Kekecewaan itu sampai
menimbulkan akar pahit. Namun saat ini mereka sudah saling mengampuni.
2. Melalui penderitaan itu, Tuhan singkapkan kehidupan masa lalunya bahwa pada masa
kecilnya dia pernah dibawa oleh orang tuanya ke dalam kuasa kegelapan untuk mengobati
suatu penyakit.
3. Melalui penderitaan itu Tuhan singkapkan bahwa di rumah itu ada beberapa benda najis
milik berhala yang merupakan peninggalan dari orang tuanya. Dahulu orangtuanya sering tugas
ke berbagai tempat. Disetiap tempat tugas pasti menerima cenderamata dari penduduk
setempat, dimana cendara mata itu berbentuk keris atau pedang dan berbagai bentuk lainnya.
Puji Tuhan! Benda itu sekarang sudah dibakar dan di musnahkan.
Setelah semuanya dipulihkan dan barang najis itu dimusnahkan, kondisi sahabat ini cukup banyak mengalami kemajuan. Kita berdoa Tuhan terus menyempurnakan kesehatan dari
saudara kita ini.

Yang terakhir, mengenal pikiran Tuhan sangatlah penting bagi kita umat Kristen. Apapun yang
terjadi dalam hidup kita belum tentu bukan rencana Tuhan. Jangan pernah berpikir jika kita
mengalami penderitaan atau kesulitan hidup berarti Tuhan telah meninggalkan kita. Itu tidak
benar, sebab Tuhan sering memakai penderitaan untuk mendidik kita agar lebih lagi mengenal
kehendak Tuhan dalam hidup kita. Tuhan mengijinkan kita mengalami penderitaan agar lebih
tahan uji dan lebih tekun lagi dalam mengenal Tuhan.
Roma 5:3-5 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan
kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan
menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak
mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus
yang telah dikaruniakan kepada kita.
Oleh sebab itu marilah kita lebih bersabar dan bertekun lagi. Apapun keadaan yang kita alam
pada saat ini percayalah bahwa rancangan Tuhan indah dlamhidup kita. Amin.

Dikutip: http://www.renungan-kristen.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s