KEHIDUPAN YANG BERDAMPAK KE ANAK CUCU

Mazmur 37:25 Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;

Ayat ini dituliskan oleh Daud, seorang raja besar yang pernah ada di Israel yang namanya masih diingat sampai saat ini walaupun telah ribuan tahun berlalu. Daud memulai hidupnya dari seorang yang kecil yang bukan apa-apa dalam pandangan manusia. Ia bahkan di pandang hina dan di sepelekan oleh saudara-suadaranya. Ia memulai karirnya melalui padang penggembalaan yaitu menggembalakan dua tiga ekor domba saja. Itu kita lihat pada ayat dibawah:

1Samuel 17:28 Ketika Eliab, kakaknya yang tertua, mendengar perkataan Daud kepada orang-orang itu, bangkitlah amarah Eliab kepada Daud sambil berkata: “Mengapa engkau datang? Dan pada siapakah kautinggalkan kambing domba yang dua tiga ekor itu di padang gurun? Aku kenal sifat pemberanimu dan kejahatan hatimu: engkau datang ke mari dengan maksud melihat pertempuran.”

Dari ayat ini jelas sekali rendahnya penilaian Saudara-saudaranya atas Daud, dan justru apa yang di pandang rendah manusia itu yang diangkat oleh Tuhan. Jadi, buat saudara yang mungkin sedang merasa di pandang rendah orang, jangan kecewa sebab bila saudara dengan sabar menerima ejekan itu maka saudara akan diangkat oleh Tuhan.

Daud, orang yang di pandang rendah oleh saudara-saudaranya bahkan oleh Saul tidak berubah sikap dalam hidupnya. Kesetiaan Daud kepada Tuhan tidak pernah luntur. Di padang penggembalaan yang hina itu Daud sering memainkan kecapi menaikkan puji-pujian pengagungan kepada Tuhan. Karena itulah Daud di pilih Tuhan untuk menolong Saul dari
pengaruh roh jahat yang mengganggunya sejak roh Tuhan meninggalkannya. Puji-pujian mengundang hadirat Tuhan sehingga ketika hadirat Tuhan hadir maka roh-roh jahat pergi. Benarlah apa yang tertulis pada ayat dibawah:

2Korintus 3:17 Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.

Jadi, buat saudara-saudara yang sedang di ikat oleh kuasa-kuasa kegelapan, jangan lupakan ayat ini. Seringlah naikkan puji-pujian kepada Tuhan. Pujian dan penyembahan kepada Tuhan mengundang hadirat Tuhan. Bila perlu, tinggalkanlah lagu-lagu dunia, sebab lagu-lagu itu akan mengundang roh-roh dunia untuk mengikat saudara.

Kembali ketopik, Daud yang sejak kecil sudah setia kepada Tuhan, di perhatikan oleh Tuhan. Bahkan karena kesetiaannya, Tuhan mengikat perjanjian dengannya, bahkan perjanjian tanpa syarat. Itu kita temukan pada ayat dibawah:

2Samuel 7:16 Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya.”

Kesetiaan Daud kepada Tuhan membawa dampak positip bagi keturunannya. Dan memang terbukti keturunan-keturunan Daud selanjutnya Tuhan angkat menjadi raja memerintah atas Israel bahkan menjadi raja selama-lamanya yaitu Tuhan kita Yesus Kristus.

Dari sini kita lihat bahwa orang yang setia dan hidup benar di hadapan Tuhan akan Tuhan perhatikan. Bukan hanya hidupnya, juga hidup anak cucunya.

Mazmur 128:1,3-4 Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu! Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut
akan TUHAN.

Saudaraku, disini perlu kita ingat bahwa apapun yang kita perbuat akan berdampak bagi anak cucu kita. Janganlah kita berpikir bahwa apa yang kita perbuat hanya berdampak bagi hidup kita saja. Masa depan anak cucu kita dipengaruhi oleh apa yang kita perbuat saat ini. Bila kita hidup benar dan setia di dalam Tuhan maka Tuhan akan memberkati kita dan berkat itu akan turun sampai ke anak cucu. Namun bila kita tidak hidup benar dan menyimpang dari jalan Tuhan maka kutuk ada dihadapan kita dan kutuk itu juga mengalir ke anak cucu. Itu dapat kita lihat pada ayat dibawah:

Ratapan 5:7 Bapak-bapak kami berbuat dosa, mereka tak ada lagi, dan kami yang menanggung kedurjanaan mereka.

Nah, bagaimana saudara? Pilih mana? Mau membawa berkat atau kutuk bagi anak cucu? Pilihan ada dalam tangan kita. Jika kita pilih hidup benar dan setia kepada Tuhan, maka kita akan membawa berkat bagi anak cucu. Daud telah menyaksikan itu, seumur hidupnya, ia tidak pernah melihat orang yang hidupnya benar dan setia didalam Tuhan hidupnya meminta-meminta. Bahkan anak cucunya di berkati oleh Tuhan.

Contoh lainnya adalah Obed Edom. Obed Edom hidup setia dan melayani Tuhan. Ketika Tabut perjanjian di letakkan di rumahnya, Ia tidak takut padahal sebelumnya Tabut itu sudah membunuh satu orang yaitu Uza.

2Samuel 6:6-7 Ketika mereka sampai ke tempat pengirikan Nakhon, maka Uza mengulurkan tangannya kepada tabut Allah itu, lalu memegangnya, karena lembu-lembu itu tergelincir. Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Allah membunuh dia di sana karena keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Allah itu.

Karena kesetiaannya itu maka Tuhan memberkati Obed-Edom. Kita lihat pada ayat dibawah:

2Samuel 6:11-12 Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya. Diberitahukanlah kepada raja Daud, demikian: “TUHAN memberkati seisi rumah Obed-Edom dan segala yang ada padanya oleh karena tabut Allah itu.” Lalu Daud pergi mengangkut tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita.

Bahkan ketika Tabut itu di pindahkan dari rumahnya, Obed Edom lebih memilih meninggalkan hartanya dan melayani musik dirumah Tuhan sebagai pemain gambu dan Kecapi. Itu kita temukan di ITawarikh 15:18,21. Sebagai hasilnya Tuhan memberkati Obed Edom danKeturunannya. Keturunannya menjadi orang-orang yang berhasil yaitu menjadi pejabat-pejabat pemerintah, orang-orang yang gagah perkasa dan orang-orang yang cakap dalam pekerjaannya. Itu kita temukan dalam 1 Tawarikh 26:6-8. Oleh sebab itu sekali lagi kami bertanya, bagaimana dengan kita saudara? Mau membawa dampak positip kepada anak cucu, yaitu berkat Tuhan? Hiduplah dalam kebenaran dan setialah kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Dikutip : http://www.renungan-kristen.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s