ROH MEMANG PENURUT, TETAPI DAGING LEMAH

Matius 26:41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.”

Malam sebelum ditangkap Yesus mengajak murid-muridnya ke Taman Getsemani untuk
berdoa, sementara Yesus berdoa murid-murid-Nya menunggu disuatu tempat yang tidak jauh dari-Nya. Apa yang terjadi ketika Yesus kembali kepada mereka? Yesus menemukan mereka sedang tertidur. Itu terjadi sebanyak tiga kali. Akan hal itu Yesus berkata kepada mereka “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.”

Satu kata kunci yang sangat menarik yang Tuhan katakan yaitu “roh memang penurut, tetapi daging lemah” . Benar! Roh
memang penurut dan ingin melakukan kehendak Allah yaitu perbuatan kebenaran, namun yang menjadi penghalang bagi kita untuk melakukan kebenaran itu adalah daging yang lemah. Keinginan daging selalu bertentangan dengan keinginan roh. Itu dapat kita lihat pada ayat dibawah:

Galatia 5:17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging — karena keduanya bertentangan — sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.

Hal yang sama di alami oleh Tuhan Yesus, ditaman Getsemani Ia harus berjuang untuk mengalahkan keinginan daging-Nya. Selama satu jam Ia berdoa dan berjuang untuk mengalahkan keinginan daging-Nya. Hal itu dapat kita lihat melalui ucapan dalam doa-Nya “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki”.

Melalui doa-Nya itu kita dapat melihat bahwa Roh Tuhan Yesus ingin melakukan kehendak Bapa yaitu minum cawan penderitaan, di tangkap, disiksa dan mati di kayu salib demi menebus dan menyelamatkan dosa seluruh manusia, tetapi daging-Nya lemah, daging-Nya tidak ingin mengalami penderitaan. Perjuangan melawan keinginan daging begitu berat sampai Yesus mengeluarkan peluh yang seperti titik-titik darah. Tuhan Yesus terus berdoa sampai akhirya keinginan daging-Nya kalah oleh keinginan Roh-Nya. Itu dapat kita lihat dari tahapan ucapan doa Yesus.

Tahap pertama Yesus berkata “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” Tahap ini kita lihat bahwa keinginan daging dari Yesus untuk menghindar dari cawan penderitaan begitu besar, dan itu harus di kalahkannya.

Tahap kedua Yesus sudah dapat mengalahkan keinginan daging-Nya, itu dapat kita lihat pada doa-Nya yang kedua berbeda dengan yang pertama “Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!” Ucapan kedua ini tidak sama lagi dengan ucapan yang pertama. Pada doa ini Yesus sudah dengan yakin bahwa Dia harus melalui cawan itu, tidak ada pilihan lain.

Pada tahap ketiga Yesus mengucapkan doa yang sama yang di ucapkan pada tahap dua ini. Doa ini semakin menyempurnakan keyakinan Tuhan Yesus bahwa Ia harus meminum cawan penderitaan itu. Pada tahap ketiga ini 100% Tuhan Yesus telah mengalahkan keinginan daging-Nya.

Apa makna yang dapat kita ambil dari kisah ini?
Maknanya adalah bahwa keinginan daging dapat dikalahkan dengan berjaga-jaga dan berdoa!
Setiap hari kita mengalami ujian, banyak hal dalam kehidupan sehari-hari yang membuat roh kita bertentangan dengan keinginan daging. Mungkin secara tidak sengaja kita melihat hal-hal yang najis. Ketika melihat itu, roh kita mengatakan bahwa hal itu tidak baik untuk dilihat, tetapi keinginan daging kita ingin melihatnya terus. Mungkin saja dengan tidak sengaja ada seseorang yang memancing emosi kita, roh kita mengatakan jangan meladeni, tetapi daging yang telah di kuasai oleh amarah dan harga diri ingin meladeninya. Masih banyak lagi contoh lain yang dapat kita lihat yang akan menguji kita. Ujian akan membuktikan kita takluk pada siapa. Apakah kita takluk pada keinginan daging atau takluk pada keinginan roh.

Lalu bagaimana kita agar berkemenangan melawan keinginan daging itu? Tuhan Yesus telah memberikan solusi yaitu dengan berjaga-jaga dan berdoa. Berjaga-jaga dan berdoa adalah wujut dari persekutuan pribadi dengan Tuhan. Memiliki persekutuan pribadi dengan Tuhan membuat roh kita menjadi kuat. Persekutuan pribadi yang kuat dengan Tuhan membuat hidup kita dipimpin oleh Roh. Kehidupan yang di pimpin oleh Roh akan mengalahkan segala keinginan daging. Oleh sebab itu milikilah persekutuan pribadi dengan Tuhan setidaknya satu jam setiap hari maka kita akan mengalahkan keinginan daging. Tuhan Yesus memberkati kita.Amin

Dikutip : http://www.renungan-kristen.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s