Menjaga dan menguasai mulut

diam11

 

 

Mazmur 39:2 Pikirku: “Aku hendak menjaga diri, supaya jangan aku berdosa dengan
lidahku; aku hendak menahan mulutku dengan kekang selama orang fasik masih ada di
depanku.”

Ayat ini di tulis oleh Daud, raja kedua yang memerintah Israel. Daud adalah raja besar, lebih
besar dari Saul namun Daud menyadari bahwa lidah yang tidak di kekang akan membawa ke
dalam dosa. Lidah itu kecil, tetapi apabila tidak di kekang akan membawa masalah besar.
Dalam kitab Yakobus dikatakan lidah itu bagaikan api kecil yang semakin dikipas semakin
besar yang akhirnya menghanguskan apa saja.

Pada ayat diatas dengan jelas Daud mengatakan bahwa mulut itu harus dikekang di depan
orang fasik. Benar! Sebab orang fasik itulah yang akan mengipas-ngipas api yang kecil itu
menjadi api yang besar. Namun pada kenyataannya tidak demikian, justru banyak orang tidak
menjaga mulut di depan orang fasik. Akibatnya gosip menjalar dengan cepat bagaikan penyakit
menular.

Harun dan Miryam pernah tidak menjaga mulut mereka, mereka menggosipi dan
mengata-ngatai Musa. Itu dapat kita lihat pada ayat dibawah:

Bilangan 12:1 Miryam serta Harun mengatai Musa berkenaan dengan perempuan Kush
yang diambilnya, sebab memang ia telah mengambil seorang perempuan Kush.

Akibatnya Miryam kena hukuman dari Tuhan, dia kena kusta dan harus disingkirkan keluar dari
jamaah Israel tujuh hari lamanya.

Demikianlah bagi orang yang tidak menjaga perkataannya, suatu saat mereka akan kena “kusta” ,
yaitu suatu penyakit yang membuat seseorang disingkirkan. Ia akan disingkirkan dari
komunitasnya, tidak di percayai lagi dan di cap sebagai pemecah belah. Bagi anak-anak Tuhan,
menjaga mulut adalah suatu keharusan karena apabila mulut tidak di kendalikan maka
sia-sialah ibadahnya.

Yakobus 1:26 Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak
mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.
Lalu, bagaimana kita bisa mengekang lidah?

Apa yang keluar dari mulut itu adalah luapan dari isi hati. Ibaratkan minuman yang bersoda,
ketika botol minuman itu di guncang-guncang maka soda yang ada didalamnya akan menekan
tutup botol. Suatu saat apabila tekanan itu semakin kuat menekat tutup botol dan apabila pada
saat itu ada usaha sedikit saja untuk membuka tutup botol itu, maka air soda yang ada di
dalamnya akan menyembur dengan kuat keluar.

Mulut itu diibaratkan tutup botol, apabila isi hati kita mengalami tekanan, maka tekanan itu akan
di salurkan ke mulut, dan ketika mulut itu sedikit saja di beri kesempatan dibuka, maka mulut itu akan terus menyerocos mengeluarkan semua yang ada di dalam hati. Jadi, untuk dapat
mengekang mulut maka kuasa hati, redakan semua luapan yang ada di dalam hati dan jaga diri
dari orang fasik yang senantiasa berusaha mengipas-ngipasi.

Tuhan Yesus memberkati. Amin

Dikutip : http://www.renungan-kristen.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s